Potongan Marketplace Makin Besar? Saatnya Punya Website E-Commerce Sendiri

8 menit baca
WebsiteE-CommerceMarketplaceBisnis OnlineJasa Website

Potongan Marketplace Sudah Tidak Wajar Lagi

Berjualan di Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop memang terasa mudah di awal. Tidak perlu pusing soal teknis, tinggal upload produk, dan pembeli sudah tersedia. Tapi ada harga yang harus dibayar — dan harganya terus naik setiap tahun.

Sejak pertengahan 2025 hingga 2026, ketiga platform marketplace terbesar di Indonesia kompak menaikkan biaya layanan mereka secara bertahap. Bagi seller kecil menengah, setiap kebijakan baru terasa seperti satu potongan lagi dari margin yang sudah tipis.

Artikel ini membahas seberapa besar sebenarnya potongan yang diambil marketplace dari setiap transaksi Anda — dan mengapa semakin banyak penjual yang memilih membangun website e-commerce sendiri sebagai jalan keluarnya.


Berapa Potongan yang Diambil Marketplace Per Order?

Mari kita lihat angkanya secara jujur. Ini bukan perkiraan — ini adalah struktur biaya resmi yang berlaku per 2026.

Shopee

Shopee menerapkan beberapa lapis biaya untuk setiap transaksi yang berhasil:

  • Biaya admin: 3% hingga 10% tergantung kategori produk dan status toko (Non-Star, Star, Star+, atau Shopee Mall)
  • Biaya proses pesanan: Rp1.250 per transaksi — berlaku sejak 20 Juli 2025
  • Program Gratis Ongkir XTRA: 4,0% hingga 4,5% per pesanan (naik dari sebelumnya 3%)
  • Biaya iklan: bervariasi, tapi hampir wajib dipakai untuk bersaing

Jika dijumlahkan untuk kategori fashion misalnya, total potongan Shopee bisa mencapai 15% hingga 25% dari harga jual, belum termasuk biaya iklan dan promo tambahan.

Tokopedia

Tokopedia (yang kini terintegrasi dengan TikTok Shop) menerapkan:

  • Komisi platform: sekitar 6,97% hingga 10% tergantung kategori
  • Komisi dinamis: 4% hingga 6% tambahan, maksimal Rp40.000 per item — naik jadi Rp650.000 per item sejak 18 Mei 2026
  • Biaya proses pesanan: Rp1.250 per transaksi — berlaku sejak 11 Agustus 2025
  • Biaya layanan logistik: tambahan Rp690 hingga Rp10.000 lebih per pesanan — berlaku sejak 1 Mei 2026

Total potongan Tokopedia bisa mencapai 8% hingga 20% dari harga jual sebelum biaya iklan.

TikTok Shop

TikTok Shop memiliki struktur biaya yang paling kompleks:

  • Komisi platform: 6% hingga 10% tergantung kategori produk
  • Komisi dinamis: 4% hingga 6% tambahan
  • Biaya proses pesanan: Rp1.250 per transaksi
  • Biaya layanan logistik: Rp100 hingga Rp5.000 per pesanan
  • Komisi afiliasi: 2% hingga 15% jika menggunakan program afiliasi kreator

Jika semua komponen dijumlahkan, total potongan TikTok Shop bisa mencapai 15% hingga 30% dari harga jual — menjadikannya marketplace dengan beban biaya tertinggi di antara ketiganya.


Contoh Nyata: Hitung Sendiri Berapa Yang Tersisa

Misalkan Anda menjual produk skincare seharga Rp200.000 dengan modal Rp100.000 (margin kotor 50%).

Platform Potongan Estimasi Keuntungan Bersih
Shopee ~Rp30.000 (15%) ~Rp70.000
Tokopedia ~Rp28.000 (14%) ~Rp72.000
TikTok Shop ~Rp36.000 (18%) ~Rp64.000
Website Sendiri ~Rp5.000 (2,5% payment gateway) ~Rp95.000

Perbedaannya tidak kecil. Dengan volume 100 order per bulan saja, selisihnya bisa mencapai Rp2,3 juta hingga Rp3,1 juta per bulan — atau lebih dari Rp37 juta per tahun yang pergi ke platform tanpa Anda sadari.


Kenapa Potongan Ini Terus Naik?

Platform marketplace menghadapi tekanan bisnis yang nyata: biaya operasional meningkat, subsidi ongkir yang makin mahal, regulasi pajak baru, dan keringnya pendanaan eksternal. Semua biaya itu pada akhirnya dibebankan kepada seller.

Yang lebih penting untuk dipahami adalah tren ini tidak akan berbalik. Setiap beberapa bulan, ada saja kebijakan baru yang diterapkan — biaya pemrosesan, biaya logistik, penyesuaian komisi. Seller hanya bisa bereaksi, tidak bisa mengontrol.


Apa Itu Website E-Commerce Sendiri?

Website e-commerce adalah toko online yang Anda miliki sepenuhnya. Tidak ada komisi platform, tidak ada kebijakan yang bisa berubah sewaktu-waktu, dan tidak ada persaingan harga dengan ribuan seller lain di halaman yang sama.

Anda mengontrol segalanya: tampilan toko, harga, pengalaman belanja pelanggan, data pembeli, hingga promosi yang Anda jalankan.

Contoh nyata sudah mulai bermunculan. Brand lokal seperti True to Skin dan Raecca sudah mulai memperkuat kanal penjualan melalui website resmi mereka sendiri, menawarkan harga lebih kompetitif dan promo langsung tanpa beban potongan platform yang besar.


Keuntungan Punya Website E-Commerce Sendiri

1. Potongan Biaya Jauh Lebih Rendah

Biaya terbesar yang perlu Anda bayar adalah biaya payment gateway — biasanya sekitar 2% hingga 3% per transaksi. Tidak ada komisi platform, tidak ada biaya proses pesanan, tidak ada biaya logistik tambahan dari pihak ketiga.

2. Anda Memiliki Data Pelanggan

Di marketplace, data pembeli Anda milik platform. Anda tidak bisa menghubungi mereka langsung, tidak bisa membangun loyalitas, dan tidak bisa melakukan remarketing. Dengan website sendiri, setiap email dan nomor telepon pelanggan adalah aset bisnis yang Anda kendalikan penuh.

3. Tidak Ada Persaingan di Halaman yang Sama

Di Shopee atau Tokopedia, produk Anda bersanding langsung dengan kompetitor — bahkan bisa tampil di halaman toko Anda sendiri. Di website sendiri, perhatian pengunjung sepenuhnya pada produk Anda.

4. Branding yang Lebih Kuat

Website e-commerce memungkinkan Anda membangun identitas merek yang konsisten. Desain, warna, tone of voice, hingga pengalaman unboxing — semuanya mencerminkan brand Anda, bukan tampilan generik marketplace.

5. Tidak Tergantung pada Perubahan Algoritma

Jika Shopee atau TikTok Shop mengubah algoritma pencarian, ribuan toko bisa tiba-tiba kehilangan visibilitas tanpa peringatan. Website sendiri yang dioptimasi dengan SEO memberikan traffic yang lebih stabil dan tidak bergantung pada satu platform saja.


Apakah Website E-Commerce Cocok untuk Semua Seller?

Jujur, tidak semua seller siap langsung beralih sepenuhnya. Marketplace masih memiliki keunggulan besar dalam hal trafik bawaan — ada jutaan pembeli aktif setiap harinya yang tidak perlu Anda datangkan sendiri.

Strategi yang lebih realistis bagi kebanyakan seller adalah pendekatan hybrid: tetap berjualan di marketplace untuk menjangkau pembeli baru, sambil secara aktif membangun website e-commerce untuk melayani pelanggan yang sudah ada dan mengurangi ketergantungan pada satu kanal saja.

Semakin besar volume penjualan Anda, semakin besar penghematan yang bisa Anda dapatkan dengan mengalihkan sebagian transaksi ke website sendiri.


Berapa Biaya Membuat Website E-Commerce?

Biaya pembuatan website e-commerce bervariasi tergantung kebutuhan dan siapa yang mengerjakan:

  • Website sederhana (landing page + katalog produk): mulai dari Rp3 juta hingga Rp5 juta
  • Website e-commerce penuh (keranjang belanja, checkout, integrasi payment gateway): mulai dari Rp5 juta hingga Rp25 juta
  • Website e-commerce skala enterprise (fitur kustom, integrasi ERP, multi-kategori): Rp25 juta ke atas

Dari angka-angka ini, biaya pembuatan website e-commerce bisa kembali modal hanya dalam beberapa bulan dari selisih penghematan komisi marketplace — terutama bagi seller dengan volume penjualan yang sudah cukup stabil.


Apa yang Perlu Ada di Website E-Commerce yang Baik?

Bukan sekadar toko yang bisa dibuka di browser. Website e-commerce yang efektif perlu mencakup:

  • Halaman produk yang informatif dengan foto berkualitas dan deskripsi jelas
  • Proses checkout yang mudah dan cepat — semakin sedikit langkah, semakin baik
  • Integrasi payment gateway yang terpercaya seperti Midtrans, Xendit, atau Doku
  • Tampilan yang responsif dan nyaman di ponsel
  • Fitur SEO bawaan agar produk Anda bisa ditemukan di Google
  • Sistem manajemen pesanan yang mudah dikelola

Kesimpulan

Potongan marketplace bukan hal baru — tapi besarannya yang terus meningkat setiap tahun adalah sinyal yang tidak bisa diabaikan. Jika Anda berjualan online dengan volume yang sudah cukup, setiap persen potongan yang bertambah adalah keuntungan yang seharusnya masuk ke kantong Anda.

Membangun website e-commerce sendiri bukan berarti meninggalkan marketplace sepenuhnya. Ini soal mengambil kendali atas bisnis Anda sendiri — memiliki data pelanggan, menekan biaya per transaksi, dan membangun merek yang tidak bergantung pada kebijakan platform yang bisa berubah kapan saja.

Semakin cepat Anda mulai, semakin besar keuntungan jangka panjang yang bisa Anda raih.


Tertarik membangun website e-commerce untuk bisnis Anda? Kami membantu proses dari awal hingga toko online Anda siap menerima pesanan — hubungi kami untuk konsultasi gratis.

Hubungi Saya

Punya proyek di pikiran? Mari kita bicarakan.

Kirim Email